Hujan Lebat Masih Melanda Pemalang hingga Mei 2026, Satu Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang
PEMALANG, iNewsPemalang.id – Cuaca ekstrem masih melanda Kabupaten Pemalang hingga Mei 2026. Hujan lebat disertai angin kencang yang menerjang wilayah Petarukan pada Kamis petang (14/5/2026) memicu kepanikan warga setelah sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menghantam rumah milik warga di Dusun Peron RT 07/RW 014, Kelurahan Petarukan.
Pantauan di lapangan hingga Jumat (15/5/2026) siang sampai sore, hujan dengan intensitas tinggi masih terus mengguyur sejumlah wilayah Pemalang bagian selatan, meliputi Kecamatan Bantarbolang, Randudongkal, Moga, Belik, Pulosari, hingga Watukumpul. Kondisi ini membuat warga diliputi kekhawatiran akan potensi bencana susulan.
Peristiwa mencekam terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan Petarukan sejak sore hari. Embusan angin kencang tiba-tiba disusul suara dentuman keras ketika pohon raksasa roboh dan menimpa rumah pasangan Rohim dan Kus. Suara keras itu sontak membuat warga berhamburan keluar rumah untuk melihat kejadian yang mengagetkan tersebut.
Situasi darurat langsung direspons cepat oleh tim gabungan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang. Sekitar pukul 19.00 WIB, petugas bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi pohon tumbang dan mengamankan area terdampak hingga penanganan selesai dilakukan malam itu juga.
Petugas BPBD Kabupaten Pemalang, Leo, mengatakan laporan pertama diterima dari relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) sekitar pukul 17.00 WIB. Mendapat informasi tersebut, personel gabungan langsung diterjunkan guna mencegah risiko yang lebih besar bagi warga sekitar.
“Laporan warga kami terima sekitar pukul 18.00 WIB. Kejadiannya sendiri diperkirakan sekitar pukul 17.30 WIB saat hujan deras disertai angin kencang,” ujar Leo didampingi rekannya, Waji, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.
Sebanyak enam personel gabungan dikerahkan dalam proses evakuasi. Mereka terdiri atas empat anggota BPBD Kabupaten Pemalang dan dua personel PMI yang bahu-membahu memotong batang serta membersihkan ranting pohon yang menutup sebagian bangunan rumah warga.
Tim BPBD yang terlibat di antaranya Suronoto selaku ketua tim, Leo, Dedi Saputra, dan Rizki Almei. Sementara dari PMI, Amir Hamzah dan Kagung turut berjibaku dalam proses penanganan darurat di tengah cuaca yang masih belum bersahabat.
Editor : Aryanto