get app
inews
Aa Text
Read Next : KPK Kembali Beraksi di Pemalang, Dua Rumah Disegel, Dugaan Korupsi Mencuat

KPK OTT Rektor Unsoed, Usut Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:21 WIB
header img
OTT KPK menyasar sejumlah pejabat Unsoed, diantaranya rektor dan dua wakil rektor, diduga terkait suap penerimaan mahasiswa baru. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsPemalang.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar sejumlah pejabat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Selain rektor, KPK turut mengamankan dua wakil rektor serta sejumlah pihak lainnya dari lingkungan kampus.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, operasi tersebut berkaitan dengan dugaan praktik suap dalam proses penerimaan mahasiswa baru, salah satunya di Fakultas Kedokteran Unsoed.

"Ini diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa, di antaranya di Fakultas Kedokteran. Memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana," ujar Budi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menurut Budi, dugaan korupsi tersebut terjadi sejak tahap awal penerimaan mahasiswa baru. KPK menduga terdapat praktik transaksional untuk memuluskan calon mahasiswa masuk ke perguruan tinggi.

"Dugaan korupsi terjadi di tahap awal, yaitu tahap seleksi penerimaan mahasiswa baru. Ini seperti ketika mahasiswa baru masuk ke gerbang kampus, sudah ada praktik-praktik transaksional," katanya.

KPK sebelumnya melakukan penyelidikan tertutup di wilayah Purwokerto. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim penyelidik kemudian melakukan OTT terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat.

Sebanyak 14 orang diamankan. Sebanyak 12 orang ditangkap di Purwokerto, sedangkan dua lainnya diamankan di Jakarta.

Dua orang yang diamankan di Jakarta langsung menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. Sementara itu, 12 orang yang ditangkap di Purwokerto menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas.

Dari 12 orang tersebut, tujuh orang kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dengan demikian, hingga Jumat siang, terdapat sembilan orang yang masih menjalani pemeriksaan intensif di KPK dalam tahap penyelidikan.

Di antara mereka terdapat Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, dua wakil rektor, serta sejumlah pihak lainnya.

Dalam operasi tersebut, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai dalam mata uang rupiah dengan nilai sekitar ratusan juta rupiah. Barang bukti tersebut masih didalami untuk mengungkap rangkaian dugaan tindak pidana korupsi.

KPK dijadwalkan menggelar perkara pada Jumat siang untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Budi mengatakan, KPK menyayangkan dugaan korupsi terjadi di lingkungan perguruan tinggi, yang semestinya menjadi ruang pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pembentukan karakter.

Menurut dia, praktik transaksional dalam penerimaan mahasiswa menjadi persoalan serius karena terjadi bahkan sebelum mahasiswa memulai proses pendidikannya.

"Ruang-ruang pendidikan semestinya menjadi ruang intelektual, ruang pembelajaran, ruang ilmu pengetahuan sekaligus penanaman nilai dan karakter. Namun, dengan adanya dugaan korupsi ini, tentu menjadi ironis," ujar Budi.

Ia menilai praktik tersebut semakin memprihatinkan karena diduga berlangsung pada tahap seleksi penerimaan mahasiswa baru.

"Gerbang kampus yang seharusnya menjadi gapura untuk meraih cita-cita dan masa depan bangsa," katanya.

Editor : Aryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut