Menilik Kerajinan Gerabah di Kabupaten Pemalang, Produknya Terkenal hingga Luar Daerah

Santiaji Pangestu
Perajin gerabah di Kelurahan Pelutan, Kabupaten Pemalang, produknya terkenal hingga luar daerah, Minggu (21/4/2024). (Istimewa)

Pembuatan gerabah di Pemalang dilakukan masih secara manual, dengan menggunakan semacam piring yang diputar menggunakan kaki.

Gerabah yang telah dibuat, selanjutnya dijemur dan diberi pewarna atau dicat. Bahan pewarna yang digunakan adalah tanah merah, sehingga warna yang dihasilkan benar-benar alami.

Setelah gerabah kering, dan terkumpul cukup, selanjutnya dibakar menggunakan jerami dan kayu. Biasanya hingga mencapai 1000 buah atau lebih, dalam waktu sekitar satu bulan. 

Para perajin biasanya menjual hasil produk gerabah mereka secara konvensional. Selain itu, mereka juga melayani pesanan dari luar daerah seperti Tegal, Pekalongan, Brebes dan Batang.  

Di usianya yang senja, Nurochim yang masih setia menjalani usaha gerabah ini mengaku mendapat persaingan cukup berat. Pasalnya, saat ini telah menjamur produk semacam gerabah dari plastik.

"Saat ini persaingan cukup berat, sudah banyak produk seperti pot atau semacamnya dari plastik," ujarnya.

"Padahal tanaman akan lebih subur jika ditanam di pot gerabah yang terbuat dari tanah liat,’’ imbuhnya.

Editor : Aryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network