Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menilik Museum Jenderal Soedirman di Banyumas, Ada Wahana Bermain Becak Anak
Advertisement . Scroll to see content

Jejak Perjuangan Jenderal Soedirman: dari Guru Muhammadiyah jadi Panglima Besar TNI

Kamis, 07 Agustus 2025 | 10:53 WIB
  • author Aryanto
Jejak Perjuangan Jenderal Soedirman: dari Guru Muhammadiyah jadi Panglima Besar TNI
Panglima Besar Jenderal Soedirman. Foto: Dok.net

Meski dalam kondisi sakit, Soedirman tetap memimpin perjuangan. Saat Belanda melancarkan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948 dan menduduki Yogyakarta, Soedirman menolak menyerah. Ia memimpin perang gerilya selama tujuh bulan, bergerak dari hutan ke hutan bersama pasukan kecil dan dokter pribadinya. Dari markas di lereng Gunung Lawu, ia mengomandoi perlawanan termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang dipimpin Letkol Soeharto.

Setelah Belanda mulai menarik pasukannya dan pengakuan kedaulatan Indonesia semakin dekat, Soedirman kembali ke Yogyakarta pada Juli 1949. Namun kondisi kesehatannya memburuk. Ia pensiun dan menetap di Magelang hingga wafat pada 29 Januari 1950, sebulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara resmi.

Editor: Aryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut